Focus and Scope

Aims

Dengan status Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO sejak 2023 dan keberadaannya dalam kurikulum di lebih dari 50 negara, kajian ilmiah tentang bahasa dan sastra Indonesia termasuk pengayaannya dari kekayaan bahasa dan sastra daerah memiliki relevansi yang terus meningkat bagi komunitas akademik internasional, tidak hanya nasional.

Jurnal ini bertujuan menjadi wadah diseminasi hasil penelitian dan pemikiran ilmiah orisinal yang menjembatani kajian bahasa dan sastra daerah Indonesia dengan praksis pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Berbeda dari jurnal kebahasaan yang berfokus pada bahasa sebagai representasi identitas budaya semata, jurnal ini secara khusus mendorong translational research yaitu bagaimana temuan riset kebahasaan dan kesusastraan daerah Indonesia dapat diterjemahkan secara konkret menjadi inovasi pedagogis: materi ajar, kurikulum, metode, dan asesmen pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang responsif terhadap kemajemukan linguistik-budaya Indonesia.

 

Scope

  1. Kajian Bahasa dan Sastra Daerah Indonesia Berorientasi Pengajaran

Bahasa: Dokumentasi dan revitalisasi bahasa-bahasa daerah di Indonesia, linguistik korpus bahasa daerah Nusantara, ekolinguistik dan kearifan ekologis lokal masyarakat Indonesia.

Sastra: Kajian sastra lisan daerah (mantra, pantun, syair, hikayat, legenda, mitos, nyanyian rakyat), sastra tulis/naskah kuno berbahasa daerah, dan sastra daerah kontemporer (termasuk sastra digital berbasis budaya lokal) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Syarat: kajian memuat atau membuka ruang eksplisit bagi implikasi pedagogis bagaimana temuan tersebut berpotensi diterapkan sebagai bahan ajar, sumber nilai pendidikan karakter, atau materi apresiasi bahasa dan sastra Indonesia.

  1. Rekayasa Pedagogis Berbasis Kekayaan Bahasa dan Sastra Daerah Indonesia

Pengembangan bahan ajar Bahasa dan Sastra Indonesia (design and development research) yang mengintegrasikan konten lokal dari berbagai daerah di Indonesia; penelitian tindakan kelas (action research) berbasis kearifan daerah Indonesia; model pembelajaran Bahasa Indonesia untuk penutur dwibahasa/bahasa ibu daerah di Indonesia; BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang mempertimbangkan latar bahasa daerah pembelajar; serta pemanfaatan teknologi/AI untuk pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di wilayah multibahasa.

  1. Interaksi Bahasa Indonesia–Bahasa Daerah dan Dampaknya bagi Praktik Pendidikan di Indonesia

Kontak bahasa Indonesia dengan bahasa-bahasa daerah, campur kode, sikap dan pergeseran bahasa (language shift) di kalangan generasi muda Indonesia, serta kebijakan bahasa pendidikan nasional Indonesia seluruhnya dikaji dengan penekanan pada konsekuensi dan rekomendasi bagi praktik pengajaran, bukan sekadar deskripsi fenomena linguistik.

 

Catatan Cakupan (Exclusion Criteria)

Kajian bahasa atau sastra daerah Indonesia yang bersifat murni deskriptif-teoretis tanpa kaitan atau implikasi terhadap pengajaran berada di luar cakupan jurnal ini. Implikasi pedagogis harus menjadi bagian dari tujuan dan temuan penelitian bukan sekadar saran umum di bagian akhir artikel.

Jenis Naskah yang Diutamakan

Penelitian pengembangan (R&D/design research), penelitian tindakan kelas, penelitian terapan berbasis temuan linguistik/sastra daerah Indonesia, serta kajian konseptual yang secara eksplisit merumuskan implikasi pedagogis bagi pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.